Logo Minggu, 22 Mei 2022
images

Kerusakan Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru

 

10 lebih relawan dari komunitas berbeda berkumpul bersama dan bersiap untuk berangkat ke daerah terdampak dari erupsi Gunung Semeru. Kusnadi, dari GMAS Kabupaten Malang, dipercaya untuk menjadi kepala komado dari rombongan yang terdiri dari 39 orang tersebut untuk menyalurkan donasi dan bantuan untuk membantu korban terdampak. (Malang, 8/12/2021)

 

Seluruh relawan yang berasal dari Malang Raya ini mempunyai tanggungjawab dari para donatur untuk menyalurkan bantuan kepada korban erupsi gunung Semeru yang mulai aktif menyemburkan debu panas sejak 4 Desember 2021 lalu. Mereka berkumpul untuk briefing dan mendengarkan arahan dari Babinsa Kelurahan Pandanwangi Pelda Slamet dan Babinkamtibnas Serka Suyitno serta Seklur (Sekretaris Lurah) Pandanwangi, Winarko, yang titik kumpulnya di Kelurahan Pandanwangi, Jalan Simpang Teluk Grajakan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

 Arahan dari Babinsa, Babinkamtibmas dan SekLur Pandanwangi

Terdata relawan berasal dari BNPM (Barisan Nasional Pemuda Madura, GWN (Gubuk’e Wong Ngalam), GMAS (Gerakan Masyarakat Adil Sejahtera) Kabupaten Malang, NA (NawakAji), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Seni Bantengan Kota Malang, BFCM (Bikers Freedom Community Malang) dan juga dari tim EFNews serta komunitas lain dan juga perorangan dengan menggunakan 8 kendaraan termasuk mobil bak terbuka dan ambulan yang membawa logistik.

 

“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga terdampak. Macam bantuannya berupa Snack, Air Mineral, Susu UHT, Susu Bubuk Bayi, Pembalut, Popok Bayi, Tikar, Pakaian Dalam, Sandal Jepit, dan lain-lain. Kami juga memberikan pengarahan ke teman-teman untuk tidak saling menonjolkan masing-masing organisasi, tapi bergerak atas nama kemanusian dan tidak meperkenankan teman-teman untuk selfie selain tim dokumentasi,” jelas Lili Ulifah dari GWN yang mulai meninggalkan Kota Malang sekitar pukul 9.45 WIB menuju daerah terdampak.

 Lili Ulifah saat memberi pengarahan

Relawan menuju ke Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dimana banyak tanaman mati dan rumah rusak akibat panasnya debu vulkanik yang disemburkan oleh lahar gunung Semeru dan abu yang padat akibat terguyur hujan selama beberapa hari. Kusnadi, Komando Tim relawan memutuskan untuk tidak menyalurkan bantuan melalui posko yang sudah ada. “Kami melihat banyak penumpukan bantuan di posko yang belum tersalurkan, jadi kami langsung mendatangi rumah warga terdampak dan langsung memberikan kepada warga sekitar,” ungkap pria berambut gondrong ini.

 Pembagian bantuan langsung kepada Masyarakat

Beberapa perkebunan salak siap panen dan rumah warga tampak hancur, seperti yang dialami Bu Tina, yang rumahnya hancur berantakan akibat debu vulkanik tebal yang menyebabkan genting dan plafon runtuh. “Setiap pagi dan siang, saya dan bapak kembali ke rumah untuk membersihkan rumah, namun malamnya kami kembali ke penampungan. Sampai saat ini bantuan dari relawan, alhamdulilah tersalurkan dengan baik,” ujar Bu Tina, warga Pronojiwo ini.

 

Sementara itu Roy Pangarso dari BNPM yang saat itu mewawancarai beberapa warga mengatakan bahwa bantuan dari Pemerintah hanya turun 1 kali sehari namun dari Relawan Non-Pemerintah lebih aktif dan turun sehari 3 kali. “Beberapa warga mengeluhkan bahwa untuk meminta bantuan harus didata KTP lengkap, tapi bantuannya hanya diberikan terbatas. Namun saya melihat dari kementrian sosial sudah cepat tanggap dengan dibukanya banyak dapur umum,” tutup Roy.

 Roy Pangarso saat berdialog dengan warga

Reporter : Francis Xavier