Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis

Paris, efnews – Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan memutuskan untuk keluar dari keanggotaan UNESCO, badan dunia PBB untuk Kebudayaan dan Pendidikan. Keputusan yang dilansir Departemen Luar Negeri AS tersebut (12/10) menyatakan bahwa AS mengundurkan diri dari keanggotaan UNESCO dan terhitung sejak 31 Desember 2018 mendatang AS bukan anggota UNESCO.

Sebagaimana dilansir oleh beberapa media di AS dan Prancis, AS melalui Secretary of State Pemerintah AS, Rex Tillerson memberitahukan pengunduran diri AS  kepada badan dunia yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan tersebut. Pemberitahuan resmi (official notification) tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova.

Sebagaimana dilansir oleh Departemen Luar Negeri AS, alasan pengunduran diri, negara penyumbang seperlima anggaran UNESCO tiap tahunnya tersebut, karena UNESCO dianggap terus menerus bersifat bias dan diskriminatif terhadap Israel. Hal ini sebagaimana disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert.

 Sebagaimana disampaikan salah satu pejabat AS kepada Kantor berita AP, Keputusan ini tak lepas dari salah satu resolusi UNESCO yang menolak hubungan Yahudi dengan beberapa situs-situs suci dan merujuk Israel sebagai kekuatan pendudukan. Resolusi tersebut menurut beberapa pihak merupakan bentuk keberpihakan  dan ketidak netralan UNESCO terhadap permasalahan politik yang terjadi di Timur Tengah.

Beberapa tahun sebelumnya, 2011 lalu, AS telah memutuskan untuk menghentikan iurannya sebesar 80 juta dolar AS per tahun. Hingga kini iuran yang belum dibayar oleh negara adidaya ini sekitar 540 juta dolar. Penghentian pembayaran iuran ini tak lepas dari ketidak setujuan AS terhadap salah satu kebijakan UNESCO. Selain AS, Sebagaimana lansiran UNESCO, beberapa negara seperti Jepang, Brazil dan Inggris juga belum melakukan pembayaran iuran tahunan.

Keputusan AS untuk menarik keanggotaan ini bukanlah untuk pertama kalinya. Pada tahun 1986 hal ini pernah dilakukan setelah akhirnya 2003 AS kembali menjadi anggota resmi badan dunia yang berpusat di Paris, Prancis ini.

Walaupun memutuskan keluar dari keanggotaan, bukan berarti AS tidak terlibat dalam kegiatan lembaga yang salah satu kegiatannya menetapkan situs-situs warisan dunia tersebut. AS akan terlibat sebagai negara pemantau non anggota(iyt/foto.unesco.org).