Logo Kamis, 5 Agustus 2021
images

Bangkitnya Malangkucecwara mendukung dibangunnya Pasar Seni Madyopuro

Efnews Malang - Tanggal 11 Juni 2021, Komunitas yang menamakan diri “Bangkitnya Malangkucecwara” mendatangi gedung Balaikota Malang, jl.Tugu, untuk menemui Sekda (Sekretaris Daerah) yang baru saja dilantik, Erik Setyo Santoso, ST, MT.

 

Kehadiran Komunitas ini untuk menuntut janji Walikota, Drs. H. Sutiaji yang pernah berjanji mendukung dibangunnya pasar seni di Kota Malang (Pasar Seni Madyopuro). Di Gedung Depan Balaikota disambut dengan Diorama Kesenian yang paginya sudah ditemui oleh Pak Walikota.

 

Komunitas yang diwakili Pak Eko Jeep, Yuyun XP, Pak Dedet Himawan (Inisiator Konsultan), Pak Miftah (ex-DPRD/Anggota Legislatif Kota Malang) dan Pak Ary Widodo (Perencana Pembangunan), ini ditemui oleh Ibu Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mewakili Pak Sekda yang saat itu sedang rapat di tempat lain.

 

Bertempat di ruang Sekda, di Balaikota Malang, Jl. Tugu, Bu Ida Ayu didampingi dari pihak dinas Pariwisata. Pak Eko Jeep, pemilik Cafe dan GuestHouse Jeep mengatakan bahwa sudah pernah beraudiensi dengan Pak Walikota pada bulan Februari dan Pak Wali setuju dan merespon dengan baik.

 

”Kami menjawab keresahan, kegelisahan warga kota Malang atas pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan. Karena itu kita ingin mengurangi kekecewaan masyarakat dengan merencanakan Pasar Seni, dimana dapat menampung dan mengakomodasi seniman, para pelaku wisata dan UMKM,” masukan dari Pak Eko.

 

Namun beliau kecewa sampai saat ini belum ada update dari Pak Walikota, dan belum masuk ke pembahasan di RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) selama 4 bulan ini. Tujuan maksud pembangunan ini untuk mengembangkan sektor industri seni dan kerajinan dengan pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan PAD kota Malang.

 

Rencana Konsep ini untuk menjadikan ruang melalui karakter benda seni dan kegiatan seni sehingga dapat mempengaruhi ketertarikan pengunjung. Menurut Ibu Ida Ayu, rencana pembangunan ini lokasinya milik provinsi (Terminal Madyopuro).

 

“Sebenarnya kalau Pak Wali sudah mewancanakan, pasti akan direalisasikan, namun tidak tahu kapan. Semua kegiatan yang diusulkan oleh masyarakat dan ditampung oleh RKPD, semua melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kelurahan, Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang Kota. Musrenbang Kota juga ada Musrenbang Tematik, Pemuda, Lansia, Perempuan dan Disfabel, gunanya untuk mengakomodir agar semua bisa masuk. Kita mengundang stakeholder dan memilah-milah mana yang lebih prioritas,” jelas Bu Ida Ayu dan berharap komunitas ini mau bersabar menunggu keputusan dari Pak Walikota.

 

“Ada hal-hal yang musti diperhatikan, misalnya ada kegiatan 2022, sekarang bisa diajukan, karena Juli, item kegiatan di 2022 sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi,” tambah Bu Ida memberi solusi dan berjanji akan dilaporkan ke Sekda.

 

  • Reporter: Francis Xavier