Logo Senin, 6 Februari 2023
images

Dr. Eko Sri Yuliadi , S.Sos.,M.M. (Kadiskoperindag Kota Malang) memberikan alat produksi beserta bahan diwakili oleh ibu Silvy (UMKM produsen coklat)

Kota Malang - efnews.id

 

Diskoperindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang tidak pernah lelah membantu menaikkan kelas para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Malang.

 

Seperti pada Senin, 31 Oktober 2022, para pejuang ekonomi Indonesia yang terkenal tahan banting ini mendapat kejutan yang luar biasa dari Diskoperindag di kegiatan “Pelatihan Olahan Makanan Berbahan Dasar Coklat dan Turunannya”. Tidak hanya pelatihan saja, kali ini mereka mendapat peralatan beserta bahan-bahannya, dari Mixer sampai Kukusan.

 

Pelatihan yang bertujuan untuk pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro tersebut dilaksanakan di Hotel Sahid Montana 2 di Jl. Candi Panggung No.2, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang dari tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2022.

 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kadiskoperindag (Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi , S.Sos.,M.M. dan Noegroho Dwi Poetranto,SH. selaku Kepala Bidang Usaha Mikro serta Ketua Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Malang, Trio Agus Purwono, STP dan dihadiri oleh para UMKM yang memproduksi makanan dan minuman berbahan dasar coklat.

 

Pada pembukaannya Pak Eko Adi, panggilan akrab Kadiskoperindag, sangat berterimakasih atas kehadiran peserta semua dan menyarankan untuk memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas pelatihan ini sehingga bisa berinovasi dan berproduksi. “Tahun 2023, Pemerintah akan memfasilitasi digital marketing untuk penjualan sehingga selesai produksi, packaging bagus, bisa dijual sehingga pencapaian pertumbuhan ekonomi 2023 bisa bertumbuh dengan baik,” ungkapnya.

 

Selesai membuka acara, Pak Eko mewakili Diskoperindag memberikan seperangkat alat produksi beserta bahan-bahannya. Berita acara penandatanganan penyerahan bantuan peralatan secara simbolis diwakilkan kepada ibu Silvy selaku UMKM produsen coklat.

 

Sesuai yang diprogramkan oleh Diskoperindag Kota Malang, pemberdayaan kepada masyarakat untuk melakukan pelatihan membuat produksi makanan yang berbahan dasar coklat dan turunannya ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk senantiasa berkarya dan berkembang agar UMKM Kota Malang bisa segera naik kelas.

 

“Diskoperindag akan selalu membuat suatu kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk peningkatan UMKM sehingga ada inovasi dan kreatifitas serta menggugah kepada masyarakat untuk selalu berusaha dari tingkat RT, RW sampai Kelurahan,” tambah Pak Eko.

 

“Apa yang kita lakukan, kita laksanakan oleh Diskoperindag ini akan terus membawa perubahan kepada masyarakat, karena kami melihat di tahun 2023 ini, UMKM lah yang akan tetap bertahan dan berjalan dibawah krisis ekonomi yang ada,” imbuhnya.

 

Pak Eko juga berharap setelah pelatihan ini para UMKM dapat mengimprovisasi kreatifitasnya dan terus berusaha sehingga ilmu yang didapatkan berguna dan bermanfaat bagi para UMKM dan keluarga.

 

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Malang, Trio Agus Purwono, STP menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya dibiayai oleh pajak yang dibayarkan oleh para UMKM sendiri dan kembali lewat APBD ke UMKM itu sendiri dengan pelatihan dan pemberian bekal ilmu dan beberapa peralatan yang diberikan ini.

 

 

“Tidak hanya itu, saya juga berharap teman-teman UMKM juga bisa memanfaatkan Katalog Lokal Pemkot (Pemerintah Kota) di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk mengisi pos-pos pembelajaan Dinas di Pemerintah Kota Malang,” harap Pak Trio.

 

Pelatihan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan makanan dan minuman berbahan dasar coklat yang diajarkan langsung oleh Guru Tamu Chef Topan Irianto dari SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negri) 3 Kota Malang.

“Hari pertama kita akan buat coklat Praline dan Permen Coklat, hari kedua kita akan membimbing membuat aneka minuman berbahan dasar coklat dilanjutkan hari ketiga membuat Brownies Kukus dan Lapis Kukus. Tidak hanya resep saja yang kami beri, namun juga kami berikan cara menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)  untuk menafsir jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan produk turunan Coklat,” ungkap Chef Topan.

 

Sementara itu dari hasil wawancara dengan Pak Fredy Johari Andiansah, S.AP. dari Bidang Perlindungan Usaha Mikro dan Legalitas Diskoperindag mengingatkan agar tidak lupa para UMKM mengurus Pembuatan Merk ke Kantor Diskoperindag, karena fasilitas yang ditangani oleh Diskoperindag untuk masyarakat sama sekali tidak berbayar. “Syarat yang diperlukan hanya NIB (Nomer Induk Berusaha), KTP (Kartu Tanda Penduduk) Kota Malang, pengajuan nama Merk beserta sampel gambar logo sebanyak 2 sampai 3 buah untuk alternatif, apabila ada penolakan di Dirjen HAKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual),” tutupnya.

 

Reporter: Francis Xavier


TAG , , , , , Malang, , , ,