Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

Festival Kampung Putih sebagai Ajang Promosi Wisata Berbasis Kesehatan era Pandemi Covid-19


Efnews.id - Kota Malang - Kota Malang sangat terkenal dengan kampung tematik yang kaya dan penuh warna, salah satunya warna putih yang dipakai sebagai nama Kampung, di Kecamatan Klojen, Kota Malang ini. Tepatnya di RT 4, 5, 6 dan 7 , RW 06, Kelurahan Klojen yang berdampingan dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Kampung Putih ini juga paling mudah dicari karena tepat di seberang Polresta (Kepolisian Resor Kota) Malang. Diatas jembatan Kali Brantas yang berada tepat jalan Jaksa Agung Suprapto ini begitu menengok ke timur jalan, maka akan terlihat jelas berjejer rapi rumah yang dinding dan atapnya semua berwarna putih.

Pada Minggu siang, (24/10/2021) Kampung Putih merayakan Festival Kampung Putih tepat setelah 4 tahun kampung ini berdiri, dan kali ini diperingati dengan berbagai ragam macam perayaan di kampung tersebut.

Festival Kampung Putih ini diselenggarakan secara Hybrid menggunakan dua tayangan yaitu di studio dan live event di Kampung Putih itu sendiri. Event ini menjadi bagian dari 27 Virtual Event yang dikelola oleh Forkom Pokdarwis (Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata) Kampung Termatik Kota Malang dalam kemasan Sambang Kampung Tematik Kota Malang diselenggarakan dari sejumlah 20 Kampung Tematik se-Kota Malang yang turut serta berpartisipasi.


Mouzza Zee, Lady Bikers Sabang Merauke yang kali ini jalan-jalan ke Kampung Tematik Kota Malang, memandu acara tersebut dengan mulai menyambangi kegiatan di Posyandu RW 6 dan bertanya-tanya tentang pelayanan kesehatan di RW 6. Mouzza didampingi Susanti, Pegiat Kampung Putih juga terlibat dalam keseruan kampanye cegah Covid-19 dengan slogan dan jargon ayo vaksin, jaga jarak, jangan lupa 3 M, patuhi prokes dll.

Ida Ayu made Wahyuni, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporpar) Kota Malang dalam sambutannya secara virtual menyampaikan bahwa Kampung Putih ini menjadi role model wisata berbasis kesehatan, karena hampir semua warga sudah ikut vaksin dan sangat minim terpapar Covid 19. “Kampung ini mempunyai program kampung tangguh. Otomatis pelayanan dan promosi kesehatan menjadi unggulan di kampung ini, jelas Bu Ida

Situasi di kampung warga meperlihatkan keseruan kerjabakti, dan menyajikan berbagai ragam macam kuliner serta panen raya sayur sawi dan kangkung yang di bagikan gratis kepada warga sekitar. Acara juga dimanfaatkan oleh warga dengan kerjabakti membersihkan tiga sumber mata air yang menjadi pusat air bersih warga sekitar. Selain itu ada acara berkebun di Taman Urban Farming Kampung Putih. Acara di tutup dengan tari Topeng Bapak oleh puluhan anak-anak Kampung Putih.


Seluruh rangkaian festival ini juga diikuti oleh Lurah Klojen, Nanang Taufiq Hidayat. “Festival ini merupakan kebangkitan wisata berbasis kesehatan karena Kampung Putih unggul di wisata kesehatan. Oleh karena itu ayo siapa saja yang ke Kota Malang silahkan ke Kampung Putih untuk edukasi wisata berbasis kesehatan,” ajak Nanang dengan alasan karena Kampung Putih ini telah bekerjasama dengan RSSA dan Polresta Malang dengan Program Kampung Tangguh Semeru untuk penanganan Covid 19.

Secara terpisah Moch. Ismail, Senoir Penggerak Kampung Putih yang berada di studio bersama Ki Demang menyampaikan bahwa upaya menjadikan kampung wisata berbasis kesehatan membutuhkan dukungan penuh dari Dinkes, DLH dan Disporapar dan utamanya CSR  (Company Social Responsible),” terang Ismail yang sebelumnya menjadi ketua Kampung Putih karena secara visual cat warna putih di kampungnya mulai kusam.

Menanggapi hal itu, Isa Wahyudi, Ketua Forkom Kampung Tematik Kota Malang menyampaikan bahwa hal ini akan disampaikan dalam Forum CSR Kota Malang agar mendapat perhatian. Untuk menghidupkan Kampung Putih, pria yang akrap disapa dengan Ki Demang itu menyampaikan gagasannya bahwa kedepan gelaran event di Kampung Putih, hendaknya dibarengkan dengan momentum peringatan hari-hari besar tertentu.

“Gelaran festival kita bisa mengambil tema Hari Kesehatan, Hari Lingkungan, Hari Air, Hari Sungai, Hari Sampah dan hari-hari lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah citra wisata dan kampung ini agar dapat dijadikan pilot projek sebagai kampung wisata edukasi untuk kampanye kesehatan, kebersihan dan lingkungan,”tutup Ki Demang yang juga Penggagas Kampung Budaya Polowijen.


Reporter: Francis Xavier