Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

Festival Kerontjong Kajoetangan

Efnews.id - Kota Malang - Geliat awal kebangkitan wisata Kampung Tematik Kajoetangan Heritage menjadi spirit gelaran virtual event Festival Kerontjong Nang Kajoetangan, Jumat (15/10/21). Dibuka dengan tembang keroncong Kemayoran, alunan nada lawas nan epik menyatu apik dengan lansekap sekitar rumah tua di Kampung Kajoetangan yang menjadi stage utama festival kali ini.

 

Sebagaimana biasanya, acara ini dipandu oleh Ki Demang, Ketua Forkom Podarwis Kota Malang bersama Mouzza Zee, Lady Bikers penakluk Sabang Merauke yang saat ini rajin sambang Kampung Tematik se Kota Malang.

 

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji sangat mendukung gelaran ini. "Aktivasi event secara kreatif di Kampung Heritage Kajoetangan, inshaallaah turut membangkitkan optimisme wisata kita agar segera pulih", ujar Wali Kota yang gemar menulis tersebut.

 

Virtual Event Festival Kerontjong nang Kajoetangan adalah bagian dari 27 event Kampung Tematik di seluruh Kota Malang sepanjang tahun 2021 yang diinisasi hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) bersama Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Pokdarwis Kajoetangan, Karang taruna, masyarakat setempat dan sejumlah komunitas.

Secara terbatas, festival turut dihadiri langsung perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk meninjau kesiapan protokol kesehatan dan spot-spot unggulan di Kampung Heritage Kajoetangan didampingi oleh Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si. , Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (kadisporapar). "Jadi rangkaian kegiatan virtual ini adalah komitmen kita, insan pariwisata Kota Malang, untuk beradaptasi dan bangkit di tengah pandemi," demikian ungkapnya dalam pembukaan Festival tersebut.

 

Gelaran event ini memang disinergikan dengan proses assesment Kota Malang sebagai salah satu peserta program Smart City dari Kementerian Kominfo yang mengambil tema pariwisata. Tidak hanya menampilkan tembang-tembang keroncong kenangan, festival ini juga diperkaya dengan dialog santai terkait perkembangan keroncong di Kota Malang dan penyerahan buku Sejarah Keroncong Indonesia oleh Ketua Museum Musik Indonesia (MMI), Hengki Herwanto.

 

Sejarah tentang Keroncong Indonesia juga dibedah oleh Rakai Hino Jaleswangi, Sejarahwan Muda Malang. "Keroncong Indonesia turut mewarnai sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia," jelasnya yang juga salah satu Anggota TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kota Malang, yang juga handal menggesek biola.

 

Terkait persiapan event, diakui Mila Kurniawati, ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage, relatif singkat. Walau demikian Pokdarwis bersyukur bahwa event yang disiarkan melalui kanal youtube Inspire Media TV dapat berjalan lancar dan mewarnai penguatan salah satu dari lima pilar wisata Heritage yang ditawarkan Kampung Kajoetangan.

 

"Konsepnya memang jadul, termasuk menampilkan kelompok keroncong sepuh. Kita juga sedang proses pengajuan QR Code pedulilindungi dan SOP Prokes. Harapannya tentu pandemi segera berakhir dan wisatawan kembali bisa berkunjung" tutupnya.

 

Reporter: Francis Xavier