Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

Gairahkan Kembali Kerajinan Grabah dengan Festival Lempung Agung

Efnews.id - Kota Malang - Bila berwisata ke Kota Malang dan bicara soal oleh-oleh khas Malang selain makanan kripik buah dan tempe, tidak luput wisatawan juga membeli oleh-oleh produk kerajinan. Oleh-oleh yang dicari biasanya keramik maupun gerabah. Memang selama ini dua produk kerajinan itu menjadi andalan Kota Malang.

Gerabah Penanggungan dan Keramik Dinoyo menjadi satu jenis kerajinan yang tidak bisa dipisahkan karena asal-usulnya sama yaitu berasal dari gerabah di tahun 1930-an namun keramik baru berkembang di tahun 1950-an.

Sabtu, 23/10/2021 ini Kampung Gerabah Penanggungan yang merupakan kampung tematik unggulan Kota Malang menggelar Festival Lempung Agung. Gelaran Festival ini cukup unik, antik dan kreatif. Selain anak-anak membuat gerabah juga mewarnai gerabah, warga diajak melakukan kirab gerabah untuk dibawa ke bibir Sungai Berantas. Setelah itu mereka melakukan prosesi mencuci grabah bersama (ngumbah grabah), selain itu anak-anak juga bermain air mandi di Kali Brantas dan main ban-banan.


Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisparpor) Kota Malang menyampaikan bahwa kerajinan di Betek ini merupakan sentra gerabah yang merupakan produk unggulan Kota Malang yang bisa menjadi wisata edukasi grabah. “Wisatawan disini dapat belajar tentang sejarah grabah dari masa ke masa yang digunakan untuk kebutuhan peralatan rumah tangga hingga hiasan interior maupun ekterior,” ungkap Bu Ida.

Hariyono, ketua Pokdarwis Kampung Grabah Penanggungan menyampaikan kepada Mouzza Zee, Lady Biker yang memandu acara Festival Lempung Agung bahwa gelaran event ini rutin dilakukan tiap tahun sebagai bentuk promosi kembali bahwa kampung Grabah siap dikunjungi untuk wisata edukasi. “Kita mempunyai paket wisata seperti membentuk grabah, mewarna grabah dan kirab grabah serta ngumbah grabah,” ungkap Hariyono yang juga seniman grabah Penanggungan.

Hariyanto yang standby di studio Inspire Media TV yang juga dipandu oleh Isa Wahyudi menyampaikan bahwa masa depan grabah ada di tangan generasi anak-anak sekarang. "Yang kita libatkan dalam festival ini kebanyakan anak-anak, karena membuat grabah dasarnya menyenangkan dan seperti bermain-main. Karena itu wisata edukasi paling cocok bagi anak-anak bermain dengan tanah,” tambah Hariyono.


Festival Lempung Agung yang diselenggarakan oleh Kampung Grabah Penanggungan ini merupakan rangkaian 27 Virtual Event yang diselenggarakan hasil kerjasama antara 20 Kampung Tematik Se-Kota Malang dengan Forkom Pokdarwis Kota Malang yang didukung penuh oleh Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata) Kota Malang sebagai penanda wisata kampung tematik siap dibuka untuk wisata.  "Event kampung tematik ini diapresiasi oleh Kemenparekaf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) dan rencananya dalam waktu dekat wisata boleh dibuka sambil menunggu verifikasi QR Code siap diedarkan," ungkap Isa Wahyudi atau yang dikenal dengan nama Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang.

Reporter : Francis Xavier