Logo Rabu, 19 Januari 2022
images

Julukan "Suhu" untuk seorang Ps. Imbar Santoso, MA (Pendeta GPdI Adulam Pray Lumajang)

Efnews.id - Lumajang - Ps. Imbar Santoso, MA adalah Pendeta di GPdI Adulam Pray sejak tahun 2007. Gereja itu terletak di Penanggal, Candipuro Kab. Lumajang Jawa Timur. Dia akrab dipanggil dengan Om Imbar atau jukukan "Suhu" bagi orang-orang Chinese dan kaum Ismail.

Ps. Imbar Santoso lahir di Lumajang, 14 Mei 1969 yg berdomisili di desa Penanggal Candipuro Lumajang, bertugas meneruskan penggembalaan jemaat GPdI Adulam Pray Penanggal, namanya sudah tak asing di masyarakat Lumajang. Beliau asli kelahiran Lumajang dan tumbuh besar di kota Blitar dan lulus Diploma dari Sekolah Alkitab Batu .

Ps. Imbar Santoso yang saya panggil Om Imbar supaya lebih akrab memiliki postur tubuh yang tinggi gagah dan wajah yang tak kalah dengan model coverboy tahun 90-an merupakan putra dari Alm. Bp. Pdt. Andreas Soebadi dan ibu Pdm. Sih Ampuni yg merupakan perintis sidang GPdI Adulam Pray.

Sejak tahun 1975 orang tua Ps. Imbar mendapat tugas perintisan di bawah naungan Sinode GPdI di Penanggal Candipuro Lumajang. Tahun 2006 Bp. Pdt Andreas Soebadi menyelesaikan tugasnya serta berpulang kepada Tuhan.

Bukan hal mudah bagi Imbar muda yang saat di tinggal oleh ayah tercinta untuk meninggalkan pekerjaannya saat itu. Beralih haluan dari seorang Direktur Eksekutif Inti Kimia Industri yang bergerak di bidang Industri pupuk dan obat-obatan Pertanian adalah jabatan terbaik saat itu. Semua harus ditinggalkan untuk memenuhi panggilannya sebagai Hamba Tuhan meneruskan penggembalaan ayahanda. Sebagai anak tunggal mau tidak mau beliau menaruh jabatan tersebut dan menempuh pendidikan Teologi di Sekolah Alkitab Batu Malang angkatan 53/54 kelas 1 dan kelas 2. Setelah tamat dari SAB beliau pulang ke Penanggal Lumajang utk mengemban tugas sebagai Gembala GPdI Adulam Pray Penanggal di tahun 2008 bersama isteri Ps. Syenny Tooy.

Tidak berapa lama, saat saya melakukan wawancara di pastori GPdI Adulam Pray, saya sedikit terkejut karena banyak orang berdatangan dari berbagai kota bahkan luar provinsi untuk minta didoakan oleh Ps. Imbar dan Ibu Syenny. Tidak hanya dewasa muda tapi anak anak dan lanjut usiapun datang ke pastori Gereja, bahkan yang mengejutkan bukan saja hanya kalangan Nasrani, tetapi saudara kita Non Kristen. Sejenak saya terdiam dan bertanya apa yang membuat mereka datang ke Penanggal di kawasan perhutani, desa kecil berhawa sejuk di bawah kaki Gunung Semeru tersebut?

Rupanya banyak dari antara saudara kita yang datang karena melihat dan berkomunikasi dengan Ps. Imbar melalui kontak facebook Lawatan Mujizat dan instagram Imbar Santoso. Selama Pandemi mereka hanya bisa berkomunikasi lewat telepon, WhatsAp, dan medsos lainnya untuk sekedar didoakan dan menerima mujizat kelepasan serta kesembuhan. Setelah level PPKM mulai turun dan boleh melakukan perjalanan, merekapun akhirnya datang dan memberanikan diri bertemu dengan Ps. Imbar secara langsung. Mereka datang dengan keadaan sakit, di kursi roda, bahkan ada yang memakai infus di tangannya. Mereka yang berkerudung datang dengan sedikit malu-malu menyapa saya, mungkin mereka pikir saya pekerja pastori. Ada yang menggelitik hati saya untuk menelisik lebih jauh apa yang Istimewa dari Ps. Imbar.
Beberapa dari mereka duduk rapi di kursi yg sdh disediakan pastori, kemudian Ps. Imbar bercakap cakap dengan orang-orang yang datang mengharapkan kelepasan dan kesembuhan. Yang menarik adalah Ps. Syenny dan team Lawatan Mujizat melihat dari kejauhan, saya pikir karena protokol kesehatan sambil berbisik dengan rekan team sepelayanan kemudian mereka sampaikan kepada Ps. Imbar. Saat Ps. Imbar berkata "Anda disantet" kepada salah satu orang yang datang, mereka terdiam dan sayapun terdiam.
Suasana hening sejenak, Ps. Imbar mengambil minyak urapan. Bagi saya tak asing minyak urapan dipakai untuk mendoakan, tapi bagi mereka bagaimana?

Setelah didoakan orang tersebut bermanifestasi. Semakin menarik dalam hati saya. Ada perasaan penasaran ada perasaan penuh tanda tanya. Setelah mereka didoakan satu persatu, mereka pulang dengan wajah berseri berbeda sekali dengan sewaktu mereka datang. Saat mulai agak sepi sayapun memberanikan diri untuk melanjutkan wawancara.

Sebagai Founder Team Lawatan Mujizat di tahun 2018 akhir, beliau mulai aktif mendoakan jemaat-jemaat yang terikat oleh kuasa kuasa gelap, disantet/ditenung orang, kuasa perdukunan, pelepasan ilmu-ilmu, tumbal pesugihan, tali jiwa, dan masih banyak lagi. Penyakit yg awalnya biasa saja, dan bisa berlahan menjadi kanker beliau doakan dan sembuh. Maka makin banyaklah orang bergabung di Facebook Lawatan Mujizat dan datang ke Pastori Gereja GPdI Adulam Pray.

Singkat cerita dari tahun 2007 sampai 2018 masa yang cukup lama bagi Ps. Imbar melakukan penginjilan dan pelayanan dari rumah ke rumah dan penugasan sebagai pendeta GPdI Penanggal di mulai dari 6 jiwa sampai hari ini sdh 150 lebih jiwa yang aktif. Dari kurun waktu tersebut, sebelum pandemi Ps. Imbar sering mengadakan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) di beberapa kota seperti Manado, Luwuk, Makassar, Gorontalo, Papua, dan kota kota lainnya, tentu saja juga di Lumajang.

Terkendala Pandemi, banyak KKR di kota-kota seluruh Nusantara dibatalkan karena menurut beliau dan team Lawatan Mujizat yang terdiri dari 10 Pendoa, 6 Penglihat, dan 3 Pendobrak mereka juga akan selalu mematuhi peraturan pemerintah tentang PSBB dan PPKM berlevel.
Kendati demikian tak menutup rasa haus jemaat untuk menerima doa dan lawatan melalui hamba-NYA yang diurapi.
Makin banyak orang datang dan berkomunikasi via WA atau FB dan disembuhkan itu yang penting, bagi mereka yang sakit medis maupun non medis itu istilah saya, bahkan yang putus harapan. Menarik sungguh menarik, bahkan bagi saya sangat jarang seorang Gembala berdoa untuk penyakit Non Medis dewasa ini. Di jaman yang serba canggih dan berteknologi sekarang ini semua serba logika. Sedangkan yang saya lihat di depan saya saat itu jauh dari nalar. Percaya tidak percaya itu terjadi.

Di sela wawancara, saya teringat akan Firman Tuhan didalam
Matius 10:1
Yesus memanggil kedua belas rasul
10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat 2 dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Sebagai orang percaya kita sudah diberikan kuasa, apakah kita mau mempergunakannya atau tidak itu hak kita. Tapi doa orang benar bila yakin didoakan besar kuasanya. Kutuk diubah menjadi Berkat slogan Ps. Imbar Santoso menutup wawancara saya siang itu.

Masih banyak yang ingin saya tanyakan, beliaupun mengundang saya untuk datang di lain waktu ikut dalam pelayanannya, sayapun sangat antusias, kalo tidak karena orang mulai berdatangan lagi dari kota-kota tetangga untuk didoakan mungkin cerita ini tak akan terputus sampai disini, maka sayapun mendokumentasikan kedatangan mereka dan beberapa dari mereka tak keberatan untuk di foto dan divideokan, karena pada dasarnya mereka butuh jawaban, yakni kesembuhan. Bahkan bagi mereka yang tidak bisa datang secara langsung, Ps. Imbar mendoakan mereka melalui voice note di aplikasi WA. Apapun dilakukannya untuk menjangkau jiwa, apalagi yang sangat membutuhkan. Ladang telah menguning, tuaian banyak, tapi pekerja sedikit katanya di akhir wawancara, apakah kita mau berdiam diri, atau menyambut panggilan-NYA. Salam Kasih Yesus.

Reporter : Sisca Purba
Nara Sumber : Ps. Imbar Santoso, MA Lumajang.