Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

KBP Dorong Perempuan Muda Sebagai Pewaris Tradisi Dan Penggerak Seni Budaya di Hari Kartini

Efnews Malang, Sebagai bulan yang sangat istimewa bagi kaum hawa Indonesia, bulan April diperingati sebagai tokoh dan Pahlawan Penggerak Perempuan Indonesia. Hampir di setiap instansi, institusi komunitas lainnya memperingati April ini dengan memperagakan busana adat terbaiknya. Rata rata perempuan memposting foto dirinya dan salin memberikan ucapan selamat Hari Kartini.


Tak terkecuali dengan Kampung Budaya Polowijen (KBP), pada sore hari di hari Rabu 21 April 2021 meskipun menjelang buka puasa bersama, tak ada niat untuk mengurungkan kegiatan memperingati Hari Kartini, justru kegiatan yang diinisiasi oleh Mahasiswa Magang Kerja (On The Job Training) di KBP dari D3 Perjalanan Wisata Program Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka dikemas menjadi Bukber Bersama Kartini di KBP, kegiatan ini mampu menampilkan ragam pesona seni tradisi dan budaya


Ita Wijayanti Koordinator OJT membeberkan seluruh rundown acara diantaranya menyanyikan lagu-lagu nasional bersama, tak terkecuali lagu Ibu Kita Kartini, Jula Juli Malangan, tembang dolanan, mendongeng, fashion kebaya, baca puisi, deklamasi, orasi budaya, tari tradisional termasuk flashmob Tari Ragil Kuning. Dan saat jelang buka puasa bersama terlihat mahasiwa OJT membagikan doorprice pada anak-anak KBP.


Kegiatan ini menjadikan anak-anak KBP tidak hanya jago menari topeng saja tapi juga kesenian lainnya. Ini penting menjadi promosi wisata budaya dimana KBP satu-satunya kampung yang paling eksis, konsisten dalam berkesenian di kampungnya. Kegiatan event seni budaya di KBP menjadi contoh nyata Kota Malang sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exibishion)


Dalam kesempatan itu Nuriel C. Kertopati, Senior Lawyer Perempuan di Malang berkesempatan menyampaikan apresiasi di atas panggung bahwa dirinya mengapresiasi pada anak-anak, remaja dan ibu ibu yang masih mau memakai pakaian kebaya serta berkegiatan seni budaya. Nuriel terkagum-kagum bahwa Kartinian di KBP syarat penuh makna dengan nuansa tradisional balutan kebaya.


“Saya rasa tempatnya kaum perempuan yang mau merawat tradisi Jawa dan Malangan dengan balutan seni budaya ya di Kampung Budaya Polowijen ini,” ungkap perempuan cantik bersanggul dan berkebaya kuning yang didampingi suaminya Wibie Suryomentaram dari Penggagas Mata Air Peradaban yang juga menyampaikan ucapan “Selamat memperingati Hari Kartini utamanya pada kartini muda millennial”.


Tak ketinggalan perwakilan dari Komunitas Perempuan Sanggul Kebaya Malang Mbois juga memberikan apresiasi kepada KBP. “Peringatan Kartini di KBP adalah kali ke 3 Komunitas kami selalu turut serta memeriahkan acara sebagai salah satu bentuk kerjasama," ungkap Wiwin Ferawati yang juga menjadi sekretaris Komunitas Kain Kebaya Indonesia Wilayah Malang Raya.


"Bahwa melihat potensi anak-anak, remaja dan perempuan dewasa di KBP ternyata menjadi contoh nyata dan inisiator gerakan cinta seni budaya melalui pakaian kebaya. Tentu ini menjadi harapan baru bahwa masih ada masyarakat yang mau melestarikan warisan nenek moyang kita," imbuh Wiwin yang dimana-mana selalu menjadi tutor kain dan kebaya.


Disela acara, Ki Demang sebagai penggagas KBP memberikan keterangan pada awak media bahwa kegiatan kartinian yang rutin di selenggarakan di KBP adalah murni memberikan ruang apresiasi bagi kaum perempuan untuk bergerak berkarya dengan mengekspresikan seni budaya. Dominasi perempuan di KBP menjadi pilihan alternatif bagi perempuan untuk lebih unggul dalan berseni dan budaya.


“Selama ini kegiatan latihan menari, membatik, senirupa, mocopat, gamelan, kuliner tradisional lebih banyak di perankan oleh perempuan," ungkap pria yang bernama asli Isa Wahyudi. Sudah barang tentu pendidikan karakter, budi pekerti penanaman norma, etika, sopan satun, adat kebiasaan sebagai orang jawa lebih mudah terinternalisasi dan tertanamkan pada perempuan di KBP.


Reporter: Francis Xavier