Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Djoko Rendy, menggagas terbentuknya kampung wisata badut

Efnews Malang - Ki Djoko Rendy, pria yang lahir di Malang pada tahun 1962 ini, merupakan pengelola tithiek tenger, replikator topeng malangan.

Pria yang juga menjadi ketua komunitas lintas seni budaya Malang dan Sanggar LKP Nareswari KSM yang juga sebagai tempat beraktifitas pasebar ( pasar seni bareng ) di lantai 3 jl. Terusan Ijen, kota Malang. Djoko Rendy menggagas terbentuknya kampung wisata badut, 1 tahun lalu. Kampung wisata badut ini berada di Madyopuro, lebih tepatnya di RT 02, RW 05.

Dua bulan lalu, dimulai pembangunan kampung wisata badut ini. Sama seperti pada awalnya dicetuskan pembentukan kampung wisata badut ini, penduduk disana sangat antusiasi. Warga bersemangat dan tidak sabar melihat bagaimana nantinya kampung wisata badut ini akan selesai dibangun.

Karena mayoritas penduduk disana bermata pencaharian sebagai pemulung, maka tidak adanya dana yang tersedia untuk proses pembangunan, menjadi kendala yang sangat berarti. Oleh karena itu, Ki Djoko Rendy bersama rekan-rekan yang lain, akan menggandeng sponsor, untuk dapat mewujudkan pembangunan kampung wisata badut ini.

Harapan dengan adanya kampung wisata badut ini adalah supaya ada peningkatan ekonomi penduduk setempat, pelestarian budaya Malang, dan semoga perhatian pemerintah kepada komunitas ini tersalurkan melalui pembangunan infrastruktur disana. 

Sebagai informasi, kampung wisata badut ini, dulu sering disebut kampung bawah. Karena letaknya ada di perengan, dekat dengan sungai.