Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Lauching Buku Empat Dekade SEJARAH MUSIK Kota Malang Era 60-90

Efnews Malang - Selalu ada manfaatnya belajar dari sejarah. Buku Empat Dekade Musik di Malang ini memang berangkat dari pemikiran tentang pentingnya mendokumentasikan karya seni budaya, khususnya seni musik, sebagai bagian dari sejarah kota Malang.

Tahun 60an merupakan masa awal berkembangnya band-band di Kota Malang. Pengaruh The Beatles dan juga group-group barat lainnya sangat besar.Band-band di Malang, mungkin juga di kota-kota lain, saat itu lebih banyak tampil di panggung daripada di studio rekaman.

Mereka menyanyikan lagu-lagu barat yang sedang digemari masyarakat. Pengaruh radio-radio siaran yang saat itu dikenal dengan nama radio amatir tak bisa disepelekan. Ini juga membentuk selera masyarakat dalam mengapresiasi musik.

Beberapa radio berusaha tampil di depan memperkenalkan lagu-lagu baru yang mereka peroleh dari luar negeri dalam bentuk piringan hitam. Masyarakat menengah ke bawah tak sanggup membeli piringan hitam sehingga mereka cukup puas mendengarkan dari radio favoritnya akhir 60an sampai akhir 70an group-group luar kota banyak yang tampil di Malang.

Ada Koes Bersaudara, Dara Puspita, The Peels dan yang paling sering adalah The Rollies dari Bandung. Menyusul kemudian group-group lainnya seperti God Bless, Giant Step, The Mercy’s, Ternchem, AKA/SAS, The Gembell’s dan Pretty Sisters.

Sedikit banyak kehadiran group-group tadi menjadi inspirasi bagi group-group Kota Malang. Walaupun Malang lebih dikenal dengan aroma rock, musik pop juga berkembang walau tak banyak diekspose media. Dari Malang di era 60-70an muncul penyanyi-penyanyi Maya Sopha, Marini, Mira Tania, Laily Dimjathie dan Mira Soesman.

Keberadaan musik tradisi juga berkembang di sanggar-sanggar. Group-group karawitan sering tampil di berbagai acara hajatan. Pak Mantri, Pak Sholeh, Pak Warno adalah sebagian nama-nama pelestari seni musik warisan leluhur.
Buku ini memang lebih fokus pada pendokumentasian musik rock dan pop yang digandrungi remaja pada zamannya. Semoga ini bisa menjadi inspirasi pengembangan musik di Kota Malang.

Museum Musik Indonesia
Hengki Herwanto

 

Tentang Penulis
Arief Wibisono S.Sos.Akrab disapa Bison. Lahir di Malang, 3 Februari 1976. Alumnus S1 Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Merdeka Malang Jurusan Administrasi Negara. Aktif menulis artikel musik di koran Malang Ekspres (2017). Pernah menerbitkan majalah Be Sound, Rock Magazine (2013). Menulis buku Pungky Deaz, vokalis Power Metal, penerbit Media Nusa Creative Publishing, Malang, 2013. Tinggal di Jalan Arif Margono VIII No 1781 RT 05 RW 07 Kelurahan Kasin Kota Malang.