Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Pasar Seni Bareng

Efnews Malang - Akibat dampak pandemi Covid-19, banyak pekerja seni, budayawan dan paguyuban seni yang terkena dampak pengurangan kegiatan/aktivitas seni dan budaya. Meski begitu, pemerintah pusat maupun daerah, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tetap memperhatikan kegiatan tersebut agar mereka agar seni dan budaya tetap dapat berjalan dengan baik.

 

Salah satu perhatian yang diberikan oleh Pemkot Malang, adalah memberi ruang kepada mereka dengan mefasilitasi tempat atau galeri agar dapat memamerkan atau menjual karyanya untuk umum. Fasilitas yang diberikan oleh Pak Walikota, Drs. H. Sutiaji, sejak 2018 sebagai embrio pasar seni ini, berada tepat ditengah kota Malang. Bertempat di lantai 3 Pasar Seni Bareng yang berlokasi di jalan Terusan Ijen, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur diberikan ruang bagi seniman maupun budayawan untuk berekspresi dan berkarya. Dengan harapan, adanya pasar seni tersebut, sejumlah Komunitas Lintas Seni Budaya Kota Malang dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

 

Walau begitu sejumlah paguyuban seni maupun komunitas masih merasa belum puas dan meminta tempat baru untuk dijadikan pasar seni, yaitu Terminal Madyopuro, yang berada di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang untuk dijadikan Pasar Seni Madyopuro. Komunitas dan paguyuban ini akan berdemo di depan Balaikota Malang, jalan Tugu pada hari Jumat, 11 Juni 2021 untuk meminta dukungan Terminal Madyopuro menjadi Pasar Seni Madyopuro dengan Tema: “Bangkitnya Malangkucewara”.

 

Seorang pekerja seni yang sudah malang melintang di Malang Raya mengatakan bahwa, suatu yang mubazir bila Pasar Seni Bareng saja yang menjadi embrio pasar seni tidak dibenahi namun sudah mengharapkan tempat lain (Pasar Seni Madyopuro) sebagai etalase budaya dan seni. “Saya tidak paham, mengapa Pasar Rakyat Bareng terkesan belum maksimal peruntukannya, padahal di lantai 3 ini sudah didukung penuh baik oleh Walikota, Wakil Walikota (Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko) dan beberapa anggota komisi B DPRD Kota Malang beserta Kadis Koperindag dan UPT (UNIT PELAKSANA TEKNIS) Pengelola Pasar Bareng,” kata seniman senior yang ingin dirahasiakan namanya.

 

Berdasarkan keterangan dari beliau, Lantai 3 Pasar Seni Bareng ini tidak berbayar alias gratis, hanya menyumbang restribusi saja, seharusnya pemulihan ekonomi disela pandemi ini bisa digarap lewat pasar seni, tapi ternyata teman-teman tidak serius menggarapnya.

 

Sementara itu, Bu Susiati, seorang pelaku UMKM dibidang batik ecoprint, dalam wawancara dengan EFNews, juga merasa kecewa bila dana Pemkot dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak jelas ujungnya. “Mungkin Pasar Seni Madyopuro bagi warga Kedungkandang prospeknya menguntungkan, namun apakah pelaksanaannya semudah itu, Pasar Seni Bareng yang ada saat ini saja tidak jalan, kok mau membuat pasar seni lagi,” jelas Bu Susiati warga Buring, Kedungkandang itu.

 

Pasar seni yang diharapkan membawa dampak bagi pelaku usaha lain, seperti kuliner tradisional dan bahan-bahan kerajinan sekiranya diolah dengan baik agar dapat menambah daya tarik pengunjung maupun wisatawan untuk datang ke pasar seni ini, selain itu dapat menjadi tempat wisata edukasi untuk belajar membatik, membuat topeng hingga mempelajari benda-benda kuno. Namun sayang, saat ini terlihat banyak tempat atau bedak-bedak kosong yang lama tidak terpakai dan terbengkalai. Juga terlihat anak-anak kecil bermain bola di pasar tersebut dikarenakan space kosong yang tak digunakan.

 

Begitu juga dengan Oktarika Adysti, seorang aktivis, MC (Master of Ceremony) dan pemerhati seni, juga mengharapkan pasar seni yang ada seharusnya dikelola dan dipelajari dulu tata cara penggarapannya, baru diterapkan ke Pasar Seni lain. “Bila satu sudah mencapai hasil, 10 Pasar Senipun ya kita dukung, tinggal dimodifikasi saja, tingkat keberhasilannya bisa menjadi salah satu pendapatan Pemkot Malang,”jelasnya. “Ayo warga Malang, kita saling membantu optimalkan Pasar Seni yang sudah ada dan kita promosikan hingga bisa menggaet wisatawan International,” ujarnya memberi pesan kepada warga Malang melalui media EFNews.

 

Reporter: Francis Xavier