Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

PC Lesbumi NU Kabupaten Malang selenggarakan Tawasul Kebangsaan

Efnews Malang - Dalam rangka mengenang Sang Putra Fajar, PC Lesbumi NU Kab. Malang bekerjasama dengan Pengurus Besar (PB Lesbumi) menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Tawasul Kebangsaan. Acara ini juga untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 dan memperingati Khaul Waliyul Amri Addhorury Bissaukah Dr. Ir. H. Ahmad Soekarno (Bung Karno) Ke 51 Tahun.

Kegiatan ini sekaligus mengenang 40 Hari wafatnya Ketua PB Lesbumi NU Romo Ngabei Kyai Haj Agus Sunyoto. Acara yang di gelar selama 2 hari, yaitu tanggal 4-5 Juni 2021, mengusung tema “MEMULIH SANG PUTRA FAJAR MAPAK TEKANE JAMAN ANYAR”.

Menurut Ketua Pelaksana, M. Romhadony, bahwa Lesbumi sudah melaksanakan Haul Bung Karno ini di Malang sudah ke 9 kalinya. Kami merasa bahwa sebagai anak muda NU khususnya Lebumi, merasa menjadi anak idiologi Soekarna. Karena ternyata banyak kisah romantisme kedekatan Soekarno dengan Romo Kyai Hasyim Asyari. Yaitu semenjak era perjuangan dan pergerakkan dalam mencapai kemerdekaan yang tidak terekpos oleh catatan sejarah.

Hal ini yang mendasar kuat bagi kami khususnya warga nahdliyin untuk terus mewarisi ide, pemikiran, gagasan dalam mewujudkan nilai-nilai patriotisme dan semangat nasionlaisme dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Rangkaian acara pada 4 Juni 2021 dengan diawali koordinasi dan sekaligus penguatan Lesbumi di tingkat Pengurus Cabang dan Majelis Wakil Cabang Lesbumi Kab. Malang, yang dikemas dalam Sarasehan Bersama PB Lesbumi.

Acara yang dihadiri oleh wakil-wakil pegurus MWC, Singosari, Lawang, Karangploso, Pakis, Sumber Pucung, Turen, Kepanjen sangat semangat bertemu dan berbincang dengan Pengurus Besar lesbumi, terkait perkembangan dan pembahasan tentang Lesbumi kedepan dan tantangan dalam menjaga Islam Nusantara.

 

Acara kemudian dilanjutkan menuju Pondok Global yaitu Pondok Pesantren yang didirikan dan diasuh langsung oleh Alm. Romo Kyai Agus Sunyoto, untuk mengikuti acara 40 harinya Romo Kyai Agus Sunyoto. Yaitu baca surat Yasin dan tahlil sebagaimana kebiasaan Warga NU dalam mendoakan orang orang yang dicintai termasuk orang tua dan guru atau Kyai nya.

Setelah baca Yasin dan tahlil, acara dilanjutkan dengan  kesaksian dari para santri, tokoh NU, dan sahabat. Kesaksian ini tentang pengalaman dan  romantisme bersama Romo Kyai Agus Sunyoto.

Di tanggal 5 Juni 2021 acara di awali dengan bedah buku karya Romo Kyai Agus Sunyoto. Acara yang di mulai dari pagi hingga siang dilakukan dengan sistem webiner dan bisa diakses baik langsung maupun tidak langsung di chanel Lesbumi Kabupaten Malang.

Suasana nasionalisme semakin kuat setelah acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Suhubbul Wathon.

Dalam sambutannya, Sekretaris Panitia, Sdr. Yusuf Tanoko menyampaikan, bedah buku karya Romo Agus ini adalah sebuah karya yang sangat luar biasa. Dimana dalam buku Suluk Abdul Djalil, Romo Agus mengungkap sisi spiritual dalam lelaku Suluk para santri di Pondok PETA Tulungagung, yang di asuh oleh Romo Kyai Abdul Djalil Mustakim seorang Kyai Mursid Toriqoh Sadilliyah.

 

Dikupas sangat mendalam oleh para pemateri luar biasa seperti Prof. Dr. Djoko Suwarno, Romo Kyai Jadul Maula, Kyai Muda NU Abdulla Wong dan seorang aktor pemeran WR Supratman di Film WAGE. Diskusi sangat gayeng dan menarik sampai dua jam berlalu.

 
Dipuncak kegiatan Tawassul Kebangsaan, acara yang di adakan di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini diadakan Parade Wayang yang di buka oleh Bapak Bupati, Drs. H.M.Sanusi,M.M.

"Terima kasih kepada Lesbumi khususnya kepada Dalang Muda kebanggaan NU, Ki Ardhi Porboantono, S.Pd. yang terus konsisten dalam menjaga, merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur sebagai kekuatan identitas Nusantara melalui seni dan budaya dibawah naungan Lesbumi NU" kata Bupati Malang.

"Dengan demikian Islam Nusantara sebagai identitas warga Nahdliyin dapat terus berkembang dan semakin maju agar bangsa ini tidak tergerus oleh arus besar budaya luar"sambungnya.


Acara semakin sempurna dengn ditampilkannya beberapa tarian tradisional oleh beberapa MWC Lesbumi. Serta tampilan lukisan Soekarno yang di lukis langsung oleh pelukis Lesbumi PC Kab. Malang yaitu Mas Edie Supriyanto.

Penggarapan lukisan dilakukan dengan melibatkan banyak tokoh yang hadir untuk ikut menggoreskan cat minyak yang sudah di sediakan panitia.  Tidak ketinggalan, goresan langsung dari tangan seorang Bupati Malang menambah nilai tersendiri bagi karya lukis tersebut.

Dan rangkaian acara ditutup dengan Parade wayang oleh 4 Dalang Muda yang secara simbolik dibuka dengan penyerahan Gunungan Wayang dari Bapak Bupati Malang kepada Dalang Ki Ardhi Perboantono sekaligus menutup seluruh rangkaian Tawasul Kebangsaan.

 

Kontributor : Dimas Lokajaya