Logo Selasa, 27 September 2022
images

Pdt. Marlin Hutajulu, Diharapkan Jadi Pemborong, Tapi Malah Memilih Untuk Melayani Tuhan

Efnews.id - Medan  – Pdt. Marlin Hutajulu, anak ke 5 dari 7 bersaudara dari pasangan Marojahan Hutajulu - Kornela Pangaribuan ini lahir dan besar di Bangun Kec Siantar – Pematangsiantar.

Bertekad untuk menggali ilmu di STT Purbasari Siantar dan SAB Batu-Malang-Jawa Timur membawanya untuk melayani Tuhan sampai saat ini. Menjadi Gembala Sidang GBI Jemaat Betlehem Tabgha, dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk Tuhan. Sekalipun orang tua nya mengharapkan ia menjadi seorang pekerja konstruksi dan pemborong. Tetapi Pdt. Marlin, panggilan akrabnya, tetap dengan pilihannya.

Ayah dari 3 orang anak ini, juga menjabat sebagai Ketua GSB Miracle Morning. Dimana GSB Miracle Morning pada Selasa (22 Maret 2022) lalu mengadakan acara Pastor Prayer Meeting II di Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol Medan. Dalam sambutannya, Pdt. Marlin Hutajulu menyampaikan sejarah dimulainya Pastor’s Prayer Meeting. Satu gerakan doa yang di lakukan oleh puluhan pendeta yang berdoa bagi gereja, kota dan bangsa.

Pastor Prayer Meeting II dihadiri oleh 160 pemimpin organisasi Aras Gereja Nasional Wilayah Sumut, Ormas Kristen dan Lembaga-lembaga gereja, termasuk DPD MUKI (Kabupaten/Kota) Se Sumut. Mengusung tema : “Doa bersama untuk kesejahteraan gereja, Kota dan bangsa (2 Tawarikh 7:14)”.

Dalam tugasnya sebagai seorang Gembala Sidang, Pdt. Marlin Hutajulu bercerita juga bagaimana pergumulannya ketika proses pembangunan gedung gereja GBI Jemaat Betlehem Tabgha, Jalan Keruntung, Medan. Banyak mujizat Tuhan yang ia lihat dan rasakan sendiri beruntun terjadi dalam proses pembangunan gerejanya. Pada saat itu masih sangat sulit membangun rumah ibadah dengan lambang kekristenan. Sampai saat itu ia dipertemukan dengan AKBP Basaria Panjaitan.

Seorang komisioner KPK itu kemudian memberikan lahan kepadanya, dan mendorong untuk segera membangun gerejanya. Bahkan banyak mujizat dialami dalam proses pembangunan tersebut hingga saat ini.

Tapi, tidak hanya menerima mujizat saja, dalam proses pembangunan yang masih memerlukan banyak dana, Pdt Marlin Hutajulu malah menyumbangkan uang sejumlah Rp. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah) kepada pihak lain yang juga sedang membangun rumah ibadah. Padahal hanya itu uang yang dimilikinya.

Tapi dari pelajaran memberi tersebut, bahkan lebih banyak lagi mujizat dinyatakan dalam pembangunan gereja nya sampai sekarang ini. Suami dari Meri Li ini juga sangat didukung oleh istrinya dalam setiap pelayanan yang ia kerjakan. (*)