Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang gemar main game online sangat penting dilakukan

Efnews - Game online pada saat sekarang ini tidak hanya dimainkan oleh orang dewasa saja. Anak-anak yang masih berusia sekolah dasar pun ikut juga memainkannya.

Tetapi, tidak adanya pengawasan orang tua terhadap anaknya yang gemar main game online, tentu menjadi sesuatu yang patut diwaspadai. Karena lengahnya pengawasan orang tua, anak bisa saja melakukan hal-hal yang tidak diketahui orang tuanya, asalkan bisa tetap melanjutkan permainan game onlinenya.

Sama seperti yang sedang terjadi di Medan, Sumatera Utara ini. Seorang anak yang diketahui masih pelajar kelas 6 SD, diketahui membeli voucher game online di salah satu aplikasi online. Dan kemudian melakukan pembayaran di kasir supermarket.

Voucher game online yang dibeli senilai Rp. 800.000 (Delapan Ratus Ribu Rupiah). Ketika melakukan pembelian dan pembayaran ini, orang tua tidak mengetahuinya.

Setelah orang tua baru mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya, orang tua lalu mendatangi gerai supermarket tersebut. Orang tua kemudian menanyakan kenapa pihak kasir menerima begitu saja pembayaran dari anaknya, yang menurutnya jumlahnya sangat besar untuk ukuran seorang anak SD.

Tetapi pihak kasir supermarket menerangkan bahwa pihak kasir hanya menerima pembayaran, bukan pembelian vouchernya. Voucher game online dibeli oeh sang anak melalui aplikasi lain, diluar pihak supermarket.

Namun, orang tua tetap ngotot untuk meminta uang nya dikembalikan. Kasir supermarket menjelaskan, bahwa voucher sudah masuk ke aplikasi game online di hp anaknya, dan tidak bisa dikembalikan lagi, atau diuangkan.

Pelajaran bagi kita semua para orang tua. Untuk selalu mengawasi anak-anak dalam penggunaan gadget nya, terutama untuk permainan game online.

Memberikan kebebasan kepada anak untuk bermain game online boleh saja, tetapi harus diawasi waktu dan cara penggunaannya.