Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Foto Bersama Presiden Joko Widodo bersama beberapa tokoh perempuan dalam peringatan hari perdamaian internasional 2017 di Sumenep Madura

Peringatan Hari Perdamaian Internasional Angkat Tema Perempuan Berdaya

 

Sumenep, efnews – Terfokus pada upaya pemberdayaan perempuan, tema peringatan hari perdamaian internasional 2017 mengangkat tema Perempuan berdaya. Peringatan ini sendiri dilaksanakan di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Kabupaten Sumenep (8/10).

Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden ketujuh RI ini hadir dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid. Tak Pimpinan Pondok Pesantren Annuqayah KH Abdul A’la, selaku tuan rumah juga turut hadir mendampingi Jokowi.

Dalam sambutan yang disampaikannya, Jokowi menyatakan bahwa  Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian, tidak hanya untuk lingkup yang kecil, namun juga untuk lingkup yang lebih besar. “Mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi," ucap Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada peringatan Hari Perdamaian Internasional yang dihelat di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur pada Minggu 8 Oktober 2017.

Lebih jauh Presiden menjelaskan bahwa mencintai perdamaian bukanlah hal yang harus dipaksakan dalam diri seseorang, namun harus ditumbuhkan. Dan dimulai dari pembentukan karakter dalam keluarga sehingga peranan seorang ibu menjadi sangat penting.

“Sekali lagi perdamaian itu tak bisa dipaksakan tapi harus ditumbuhkan. Karakter senang damai harus ditumbuhkembangkan dari lingkup keluarga. Perempuan yang mengisi, ibu-ibu,” kata Presiden.

Pada bagian lain orang nomor satu di Indonesia ini juga mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. 

“Negara kita ini negara besar, kita memiliki 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, 714 suku, 1.100 bahasa daerah dan bermacam-macam agama kita punya serta budaya kita miliki. Ini perlu diingatkan agar semua menyadari negara ini sangat besar,” tuturnya. 

Oleh karenanya, Presiden menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di Tanah Air, melalui Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Basariah. 

"Ini anugerah Allah, sudah menjadi hukum dari Allah. Sudah menjadi takdir Allah kepada negara kita Indonesia. Oleh sebab iu marilah kita jaga bersama persaudaraan kita, kita jaga Ukhuwah Islamiyah kita, kita jaga Ukhuwah Wathoniyah kita, kita jaga Ukhuwah Basariah kita, dalam scope yang lebih besar,” tutur Presiden (IYT/Foto. Biro Pers Setpres).