Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

"Perintah Allah..." (kesaksian Steph Haris Nyo)

Efnews.id - Saat SD saya bersekolah disekolah Katholik dan semua muridnya adalah pria yang lebih gila sekolah. Ini persis dibelakang terminal terbesar di Surabaya.

Satu kilometer dari sekolah kami adalah Brawijaya grup. Sekitar 2 kilometer adalah kesantrian bapak sahabat saya Iwan Pangalila yang juga ex Delft. Meskipun kami sangat buas tetapi setiap kala tertentu kami harus ke gereja..

Tentu saja jangan tanya kenakalan kami dimana duel adalah termasuk acara hiburan kami.
Kepala sekolah kami adalah broeder Belanda yang sangat disiplin sekali & dengan tangan besi.

Ketika saya kecil saya ingin jadi pastor tetapi itu mimpi siang bolong karena saya sadar setiap saat saya bisa jatuh cinta.

Di SD saya melihat film Ten Commandments (10 perintah Allah) yang selalu mengilhami hidup saya. Setiap berkala, disekolah kami, digereja ada acara pengakuhan dosa. Saya cukup nakal sehingga di acara itu saya tidak menyebutkan dosa saya melainkan saya cuma katakan mana perintah Allah yang telah saya langgar dan menungguh denda berupa doa apa yang diberikan oleh pastor.

Di SMA guru agama saya romo Loi Pandu setiap tahun selalu meneriakan pesan utamanya kepada murid-muridnya: “Jadilah garam dunia!” dalam arti kasihilah sesamamu terutama mereka yang termajinalisasi.


Menjadi orang Katholik yang baik dan benar buat saya adalah sangat berat sekali. Saya jatuh bangun dalam kehidupan saya. Namun 1 hal yang selalu saya coba untuk tidak menjadi orang yang bermaksud jahat. Dan saya ingin memelihara nurani saya.

Hampir setiap kali saya berdoa untuk pengampunan dosa-dosa saya dan agar saya di berikan kekuatan untuk memaafkan.

Saya hanyalah debu di semesta tapi Tuhan saya maha besar!

Foto poster “The promise”di kantor yang selalu mengilhami saya terutama saya sedang merasa mellow!

 

Sumber : Steph Haris Nyo