Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

Riyayan nang Kajoetangan awal dari Ragam Wisata Heritage Kota Malang

Efnews Malang - Salah satu keunikan hari raya Idul Fitri di Indonesia adalah sebagai riyayan (sebutan dalam bahasa Jawa). Satu-satunya tradisi yang menjadi khazanah budaya Indonesia yang tidak ditemukan di Islam Timur tengah. Tradisi saling bermaaf-maafan, kunjung sanak famili tetangga dan makan bersama disitulah ciri khasnya.

 

Sebab itu Kampung Heritage Kajoetangan menggelar Riyayan Nang Kajoetangan, Sabtu (5/6). Dan tahun ini justru digelar sebagai perayaan bersatunya 4 RW (1, 2, 9, 10) Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen Kota Malang dalam satu managemen yangdinamakan Pokdarwis KJT.

 

"Dampak pandemi Covid 19 di KJT yang tidak menerima kunjungan wisata justru digunakan warga untuk berkonsolidasi serta gotong-royong memperbaiki destinasi," jelas Mila Kurniawati, Ketua Pokdarwis KJT dalam sambutan pembukaannya. Terbukti RW 2 tahun ini bargabung untuk turut serta mengembangkan Kampung Kayutangan sebagai wisata Heritage Kota Malang.

 

Walau Kampung Kajoetangan berada di tengah Kota, nyatanya warga tetap menjaga tradisi lama dan warisan budaya leluhurnya. Riyayan dengan saling berkunjung ke antar tetangga masih terjaga temasuk jajanan khas lebaran jaman dulu masih banyak di temukan. Kegiatan berkunjung di KJT dikemas dalam acara susur kampung dan icip-icip jajanan lawas.

 

Dalam kesempatan itu Hadir Prof.Dr.Ir.Lalu Mulyadi,MT dosen senior ITN yang telah membuat 2 buku tentang Heritage Kajoetangan didampingi Ir. Budi Fatony, MT, Tjandra Purnama Edhi dan disusul kemudian Birom.G dan Agung H Buana masing-masing sebagai pembina KJT. "Kekuatan Kayutangan ada pada warga masyarakatnya yang selama ini telah menjaga kampungnya sebagai cagar budaya dan kawasan heritage"

 

Sepanjang susur kampung di beberapa sudut ditemukan bazaar kuliner jajanan lawas serta pameran kerajinan. Yang menarik adalah, saat undangan menyantap makanan nasi jagung, hiburan musik keroncong dengan lagu lagu nostalgia menambah suasana lawasnya. Di penghujung acara juga ada acara galak gampil (bagi-bagi uang kepada anak anak kecil sebagai bagian dari tradisi riyayan).

 

Hadir pula perwakilan dari Disporapar Kota Malang, ibu Endang, dalam sambutannya mengatakan bahwa riyayan nang kayutangan ini merupakan event kalender wisata Kota Malang yang tahun ini berjumlah 40 event yang digelar di masing-masing kampung tematik. “Sudah barang tentu dengan menggunakan protokol kesehatan dengan tujuan di gelar event sebagai bahan promosi wisata dan riyayan sebagai sarana menggiatkan lagi warga kampungnya,” jelas Bu Endang pada EFNews.

 

Riyayan Nang Kajoetangan ini juga dihadiri 21 perwakilan pokdarwis kampung tematik se-Kota Malang. Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis mengatakan bahwa event ini sebagai kebangkitan wisata heritage Kota Malang. “Wisata di Kayutangan ini yang paling kaya sejarahnya, kampung wisata yang paling besar dan paling luwas wilayahnya. Saya berharap kampung ini di jaga lingkungannya, kawasannya dan objek cagar budayanya sehingga kedepan Kayutangan akan menjadi prototipe wisata heritage terbaik di Jawa Timur,” ungkap pria yang bernama asli Isa Wahyudi yang juga penggagas Kampung Budaya Polowijen.

 

Selama KJT tutup karena masa pandemik Covid 19 , KJT telah diperbaiki sistem drainase, jalan lingkungan mulai sungai, jembatan dan beberapa spot tambahan untuk media pengunjung berswafoto (selfie) dalam rangka menyambut program wisata heritage Kota Malang.

 

Reporter: Francis Xavier