Logo Selasa, 22 Juni 2021
images

rendang

Hasil survei CNN pada 12 Juli 2017 lalu menempatkan rendang sebagai makanan terenak di dunia. Selain memang nikmat, ada filosofi yang terkandung dalam rendang dan proses memasaknya dalam sejarah serta tradisi masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat.

Tak hanya CNN, apresiasi juga diberikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang memasukkan rendang sebagai salah satu national food bersama dengan soto, nasi goreng, sate, dan gado-gado pada 9 April 2018. Dikutip dari artikel “Rendang: The Treasure of Minangkabau” karya Muthia Nurmufid dan kawan-kawan yang terhimpun dalam Journal of Ethnic Foods (Desember 2017), istilah “rendang” berasal dari kata “marandang” yang bermakna “secara lambat”. Makna tersebut merujuk pada lamanya waktu memasak rendang untuk menghasilkan tekstur daging yang kering dan aroma rempah yang kuat dengan warna cokelat gelap serta bercitarasa maksimal.

Jadi, sebenarnya rendang adalah suatu teknik memasak, bukan nama makanan. Menurut riwayatnya, rendang awalnya dibuat menggunakan daging kerbau sebagai bahan utamanya. Bagi masyarakat Minangkabau, masakan dengan bahan daging kerbau biasanya dinikmati dalam acara-acara adat tertentu. Rendang, tulis Reno Andam Suri dalam Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang (2012), menduduki kasta yang paling tinggi di antara hidangan lain dan sering disebut sebagai kepalo samba atau induknya makanan dalam tradisi Minangkabau.