Logo Kamis, 5 Agustus 2021
images

Ancaman pembunuhan diterima oleh Seorang Wartawan Anggota MOI, Karena Dituduh Melaporkan Acara Hajatan Warga

Efnews.id - Sampai hari ini masih diberlakukan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Pemerintah terus mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat ini, guna mencengah penyebaran virus corona.

Semua kegiatan warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan pasti akan dihentikan oleh aparat setempat. Tidak terkecuali acara pesta atau hajatan yang digelar oleh warga.

Seperti yang terjadi di salah satu desa di Batu, Jawa Timur ini. Pesta pernikahan yang sedang digelar warga RT 06 RW 06, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini harus dihentikan oleh Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur TNI Polri di wilayah hukum setempat.

Namun, penghentian acara tersebut, rupanya masih menimbulkan permasalahan baru. Penyelenggara acara tidak terima acaranya dihentikan, dan menuduh seorang warga Desa Tlekung, yang juga berprofesi sebagai jurnalis tersebut telah melaporkan acaranya kepada pemerintah setempat.

Tuduhan yang ditujukan kepada jurnalis ini tidak main-main. Ancaman akan dibunuh diterima sejak Senin (19 Juli 2021)pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari.

Berangkat dari hal inilah, 3 orang jurnalis, ES, NRK, dan DH yang berada di Desa Tlekung melaporkan ancaman yang dilontarkan oleh penyelenggara hajatan (Inisial S) dan beberapa orang warga ke Polsek Batu.

“Atas dukungan teman-teman media se-Malang Raya, kami melaporkan ancaman pembunuhan terhdap saya dan keluarga. Yang hingga saat ini, keluarga dan anak-anak sangat terganggung kondisi psikis psikologisnya. Ini persoalan serius yang harus mendapat perhatian khusus. Dimana profesi jurnalis memang rentan mendapatkan ancaman pembunuhan seperti yang kami terima.” kata ES (Rabu, 21 Juli 2021).