Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

Tujuh Kampung Tematik Kota Malang diterjang Banjir Bandang, Kuburan Londo TPU Sukun Nasrani gelar doa bersama Lintas Agama

Efnews.id- Kota BatuBanjir bandang yang diakibatkan oleh Hujan lebat pada Kamis, 4 November 2021 di Kota Batu meluluh lantakkan 3 Kota Kabupaten di Malang Raya utamanya yang berada bantaran Sungai Brantas. Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi di Kota Batu itu membuat aliran Sungai Brantas tak mampu menampung derasnya air hujan. Akhirnya banjir bandang terjadi di Kota Batu dan berdampak pada Kota dan Kabupaten Malang.


Dampak yang luar biasa ini juga dirasakan di berbagai kawasan di kota Malang. Tercatat beberapa rumah di jalur Sungai Brantas mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti di Jl. Kintamani RW.05, JA. Suprapto Gg. 2E, Oro-Oro Dowo RW.03 dan RW.6, Jl. Brigjen Slamet Riadi Gg.16, Kintamani Penanggungan, Panjaitan Dalam RW.08, Tapak Siring Gg. II, Perumahan Bougenville Jatimulyo dan tercatat sementara ± 28 rumah rusak parah.


Sementara sambil menunggu hujan agak reda dan banjir bandang surut, Jumat Malam (4/11/21), di Kuburan Londo TPU (Tempat Pemakaman Umum) Sukun Nasrani digelar doa bersama Lintas Agama. Hadir para pegiat Kerukunan Antar Umat Beragama, Ustad Zainul Arifin, Romo Eko Putranto dan Pdt. Ardi Rahardiyanto. Mereka menggelar doa bersama yang difasilitasi oleh Pokdarwis Koeboeran Londo.


Munurut Andri Agus, acara ini sebenarnya merupakan rangkaian acara Misa Arwah namun karena saat itu juga terjadi bencana, maka kami memohon pada para pemuka agama di Kota Malang untuk menggelar doa bersama di makam ini. “Agar cukup sampai disini Tuhan memberikan cobaan dan semoga 7 kampung tematik selamat,” harap Andri Agus, Sekretaris Pokdarwis Koeboeran Londo.


Acara yang dilangsungkan dengan khidmad itu, dihadiri oleh Kepala UPT Pemakamam Umum DLH, Lurah Klojen, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), RW (Rukun Warga) dan RT (Rukun Tetangga) setempat serta warga masyarakat sekitar utamanya para pegiat Forum Kerukunan Antar Umat Beragama di Kota Malang. Selain berdoa, makan tumpeng selametan bersama, acara juga diadakan diskusi dengan diiringi alunan musik keroncong dari Pokdarwis Koeboeran Londo Kelurahan Sukun.


Romo Eko Putranto, perwakilan dari Agama Katolik berpesan bahwa darimana kita berasal dan kemana kita akan kembali, dalam keimanan mari sama-sama saling meringankan kepada yang tertimpa musibah. Demikian pula Pendeta Ardi Rahardiyanto yang menyampaikan bahwa Tuhan berpesan dengan kasihnya, bahwa kita sering diberi peringatan oleh alam, tapi manusia sering lalai dan akhirnya bencana menimpa, karenanya kita harus percaya bahwa ini Kuasa Tuhan dan alam sedang murka pada manusia.

 


Sementara itu ada 7 Kampung Tematik juga terkena dampak dari banjir bandang tersebut. Tujuh kampung tematik di Kota Malang yang berada di bantaran Sungai Brantas tersebut kena imbas dari banjir kiriman tersebut, diantaranya Kampung Keramik Kelurahan Dinoyo, Kampung Gerabah Kelurahan Penanggungan, Kampung Putih Kelurahan Klojen, Kampung Biru Arema Kelurahan Kiduldalem, Kampung Tridi Kelurahan Kesatrian, Kampung warna warni dan kampung Lampion Kelurahan Jodipan dan tercatat kampung yang paling parah adalah Kampung Warna Warni dan Kampung Putih.


Seperti yang diungkapkan oleh Syamsul Arifin, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo ini bahwa Kampung yang berada di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru ini walau relatif aman, namun sumber air di belakang pabrik keramik dipenuhi lumpur. “Ketika warga membersihkannya ditemukan banyak ikan-ikan besar di atas lumpur,” ujar Syamsul Arifin.


Untuk Kampung Gerabah Penanggungan, Kecamatan Klojen walau juga relative aman, namun menurut Hariono, sebagian bibir sungai yang selama ini kotor dipenuhi sampah sekarang malah bersih. “Budaya bersih harus mulai ditingkatkan untuk menghindari banjir susulan,” tambah Hariono, Ketua Pokdarwis Kampung Gerabah Penanggungan.


Irmawan, Ketua Pokdarwis Kampung Biru Arema melaporkan bahwa Kampung yang berada di Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen tersebut relatif aman karena posisi rumah lebih tinggi dibandingkan kampong-kampung lain.


Laporan sementara dari Adnan mengatakan bahwa Kampung Tridi, Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing, relatif aman. “Hanya saja ditemukan keretakan dinding rumah warga yang paling berdekatan bibir sungai,” jelas Ketua Pokdawis Kampung Tridi ini.


Kampung Warna-Warni, kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing juga relatif aman, hanya saja lumpur masuk ke area yang selama ini di buat pementasan. Agus Kodar mengatakan bahwa lumpur setebal 40cm, saat banjir bandang barang-barang di area lapangan berserakan dan sebagian hanyut seperti meja kursi. “Sebagian air dan lumpur masuk ke rumah warga. Hari ini (5/11/2021), dilakukan pembersihan total,” berikut laporan dari Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni. Kampung Lampion yang juga bersebelahan dengan Kampung Warna-warni ini menurut Suheni, Ketua Pokdarwis Kampung Lampion juga relative aman.


Yang paling parah terdampak menurut David Rakha adalah Kampung Putih, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen. “Taman Wall Of Love dan Taman Daya Kampung Putih benar-benar mengenaskan, area spot selfi dan aksesorisnya hilang dan hanyut terbawa banjir. Beberapa warga tampak mengungsi ke SenaPutra/Brawijaya Edupark dan beberapa diangkut Rumah Sakit Saiful Anwar,” ujar Mas David. “Ada 1 rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir bandiang. Sebagian rumah warga kemasukan lumpur. Saat ini dilakukan pembersihan,” tambah pria yang juga ketua Pokdarwis Kampung Putih itu.


Dengan adanya laporan tersebut, pada tanggal 5 November 2021, Ki Demang, Ketua Forkom (Forum Komunikasi) Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kota Malang langsung mengkoordinasikan semua kampung tematik untuk saling membantu meringankan. “Sabtu pagi kita gerakkan 22 kampung tematik di Kota Malang untuk bergotong royong untuk membantu Kampung Putih karena kampung ini yang paling parah dampaknya. Taman Wall Of Love dan Taman Daya Kampung Putih rusak parah, area spot swafoto hilang dan hanyut terbawa banjir serta ada 2 rumah rusak dan 1 rumah hanyut. Warga mengungsi sementara ke Senaputra/Brawijaya Edupark dan beberapa dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSAA),” tutup pria yang bernama asli Isa Wahyudi yang juga Ketua Tim Ahli cagar Budaya Kota Malang saat diwawancarai oleh Malang Pagi.


Reporter: Francis Xavier