Logo Minggu, 27 November 2022
images

Foto: Istimewa Pertukaran Mahasiswa Merdeka UMM dengan Forkom Pokdawis Kota Malang

EFNews.id - Kota Malang

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Forkom Pokdawis (Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata) Kota Malang dengan Modul Nusantara mengajak mahasiswanya untuk berkunjung ke kampung tematik di Kota Malang. Sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mereka akan belajar mengenal ragam budaya seni tradisi dan kehidupan masyarakat di Malang Raya yang multi etnis dan multikultural.

 

Ruli Inayah Romadhoan yang juga dosen Hubungan Internasional sebagai Person In Charge (PIC) dalam program ini menjelaskan bahwa pertukaran Mahasiswa Merdeka yang dikelola oleh UMM ini untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya di Kota Malang serta mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.

Dalam mengawali studi pertukaran budaya mahasiswa yang berasal dari berbagai macam perguruan tinggi dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua, mereka diajak ke Kampung Cempluk yang saat itu sedang menyelenggarakan penutupan Festival Kampung Cempluk 12 yang digelar selama seminggu (24/9/22).

Sebelum mereka menikmati sajian budaya dan pentas penutupan Fetival Kampung Cempluk 12 tersebut, mereka diterima oleh Hanafi, Ketua Kampung Cempluk dan Redy Eko Prasetyo, Penggagas Kampung Cempluk yang didampingi Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang.

Redy Eko yang akrab dipanggil Redy Cempluk menjelaskan bahwa kampung harus menjadi etalase dan ruang bertemunya segala macam kepentingan sosial ekonomi politik dan budaya. "Ini harus dikelola dengan baik, festival kampung semacam ini bisa jadi merupakan perayaan hari raya kebudayaan. Tentu ini akan menjadi spirit multikultural keaneka ragaman dan kebhinekaan kita bila ingin mengimplementasikan MBKM," imbuh Redy yang juga Koordinator Pembakti Jaringan Kampung Nusantara.

 

Selain itu, dijelaskan oleh Dyah Worowirastri Ekowati bahwa dalam Modul Nusantara terdapat empat jenis kegiatan utama. "Pertama, Kegiatan Kebhinekaan dimana mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan eksplorasi keragaman di daerah perguruan tinggi penerima. Kedua, Kegiatan Inspirasi di mana mahasiswa berdiskusi dengan figur-figur inspiratif daerah," ungkap Dyah.


"Ketiga, kegiatan refleksi dimana mahasiswa merefleksikan pengalaman kegiatan kebhinekaan dan inspirasi. Keempat, kegiatan kontribusi sosial dimana mahasiswa melaksanakan kegiatan sosial yang memberikan kontribusi kepada masyarakat di daerah perguruan tinggi penerima," tambahnya.


"Oleh karena itu kami bekerjasama dengan Forkom Pokdarwis Kota Malang dalama mengelola kampung-kampung tematik yang mempunyai kekhasan yang bisa menjadi sasaran pembelajaran kami," jelas Dyah yang juga Dosen Modul Nusantara FKIP UMM.


Adapun kampung tematik Kota Malang yang akan dikunjungi adalah Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kampung Satrio Turonggo Jati, Kampung Topeng serta Kampung Heritage Kajoetangan. Selain itu pertukaran mahasiswa ini juga diajak berkunjung ke Museun Panji, Komunitas Wayang Suket, Komunitas Etnis Tionghoa, Komunitas Bauran Jawa Madura dan Forum Kerukunan Umat Beragama.


Ki Demang menambahkan bahwa ketika mereka nanti berkunjung ke masing-masing kampung dan komunitas maka kita akan sampaikan tentang bagaimana membangun kampung dan kekayaan kampung yang bisa mereka replikasi di kampungnya saat mereka pulang nanti.  "Kita siap menjadi mentor jaringan kampung nusantara dan tematik se Indonesia," ungkap Ki Demang yang juga penggagas KBP.  "Semoga setelah melakukan studi kampung yang menjadi studi pertukaran budaya ini, makin memperkuat materi modul nusantata merdeka belajar kampus merdeka," tutup pria yang bernama asli Isa Wahyudi.

 

Reporter: Francis Xavier