Logo Rabu, 8 Desember 2021
images

Warga Dinoyo ancang-ancang buka Rintisan Co-Working Space Ekonomi Kreatif

Efnews.id - Kota Malang -Belanja oleh-oleh yang paling khas di Kota Malang biasanya ada dua, kalo tidak cemilan tempe ya aneka olahan buah. Namun kini Kelurahan Dinoyo mulai membuat souvenir yang paling khas di Kota Malang, tepatnya di Jl. MT. Haryono, Kecamatan Lowokwaru, jalan menuju ke arah Kota Wisata Batu, yaitu oleh-oleh Keramik.

 

Semenjak tahun 1930-an, warga sekitar Dinoyo sudah mulai memproduksi gerabah, namun sekitar tahun 1950-an, warga pengrajin gerabah ini mengembangkan produksi keramik sebagai produk unggulan kerajinan berbahan baku tanah liat. Keramik Dinoyo menjadi sentra industri kerajinan yang turun temurun masih lestari walau seringkali bersaing dengan produk luar negeri.

 

Kini Dinoyo telah menjadi kampung wisata yang dikelola oleh Pokdarwis (kelompok Sadar Wisata) bernama Kampung Wisata Keramik Dinoyo yang sejak lima tahun lalu menjual paket wisata edukasi diantaranya edukasi membetuk keramik dan mewarna keramik, kegiatan desain keramik serta pelatihan membuat keramik.

Pada Sabtu, 16 Oktober 2021, Kampung Wisata Keramik Dinoyo menyelenggarakan event Festival Keramik Dinoyo ke-4 untuk menandai bahwa Kampung Keramik Dinoyo telah menjadi kampung wisata selama 4 tahun. Festival ini diselenggarakan secara meriah secara offline dan juga disiarkan live streaming melalui kanal youtube Media Inspire TV.

 

Ida Ayu Made Wahyuni, Kadisporapar (Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata) Kota Malang mengatakan bahwa awalnya tidak pernah terbayang bila sentra industri keramik dapat menarik wisata baik wisata belanja maupun wisata edukasi.

 

“Kampung Keramik Dinoyo ini adalah perintis kampung wisata diantara kampung-kampung lainnya. Saya berharap dukungan dari Diskoperindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, Disperidag (Dinas Perindustrian Perdagangan) Jawa Timur serta perguruan tinggi dapat memperkuat kampung wisata Keramik Dinoyo sebagai basis kampung wisata industri kerajinan.

 

Dalam Festival Keramik Dinoyo #4 ini, acara dipandu oleh Mouzza Zee, Lady Bikers yang pernah mengarungi Sabang Merauke dengan motornya, yang sengaja keliling dari kampung ke kampung dalam acara Sambang Kampung Tematik Kota Malang. Festival ini merupakan rangkaian dari 27 Virtual Event yang diselenggarakan oleh Forkom (Forum Komunikasi) Pokarwis Kota Malang dan disupport oleh Disporapar dan BPPD (Badan Pengelola Pendapatan Daerah) Kota Malang.

 

Mouzza mengajak pemirsa untuk berselancar dari galeri keramik satu ke galeri keramik lain, dimana ada 20 galeri keramik yang dibuka untuk memanjakan mata berbelanja keramik di Dinoyo. Selain itu, Mouzza mengajak pemirsa melihat anak-anak dan para remaja yang giat berpraktek membentuk keramik termasuk mewarna keramik. Mouzza juga mengajak keliling ke pabrik keramik Dinoyo yang saat ini tidak beroperasi lagi namun dijadikan sebagai tempat kegiatan festival ini.

 

Sementara itu Syamsul Arifin, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo menyampaikan bahwa keramik dinoyo ini sangat terkenal. “Kami sudah mengikuti pameran di berbagai negara seperti di thailand, Vietnam, Malaysia singapura. .Sumbangan kami pada Kota Malang dalam berpartisipasi mempromosikan Malang sebagai sentra kerajinan keramik di Indonesia,” jelas Syamsul yang sekaligus menjadi Sekertaris Forkom Pokdarwis kampung Tematik Kota Malang.

 

“Saya berharap Kampung Wisata Keramik Dinoyo bisa menjadi tempat rintisan co-working Space untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang,” tambah Syamsul di Studio saat dipandu oleh Isa Wahyudi atau dikenal dengan panggilan Ki Demang, Ketua Forkom Kampung Tematik Se-Kota Malang.

 

Dwi Hermawan Purnomo, Lurah Dinoyo berharap festival ini bisa sebagai upaya promosi kembali wisata Kota Malang. Kegiatan lomba desain dan pelatihan keramik yang diikuti anak muda Dinoyo sebagai upaya regenerasi dan meningkatkan ekonomi kreatif warga Dinoyo. “Disini kosong disana kosong, ada nenek lampir main yoyo. Bukan saya berkata bohong, monggo mampir ke kampung wisata keramik dinoyo,” tutup Pak Dwi dengan pantun lucu ini sebagai bentuk apresiasi kegiatan Festival Keramik Dinoyo #4.

 

Reporter: Francis Xavier